:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14:

Welcome In my blog

"Kata-kata bisa mengobati atau melukai, memberikan harapan atau merampasnya"

Aez Quote

Not trial and error but trial and learn

Total Tayangan Halaman

Lokinfo

Translate

Tag Cloud

Entry Populer

Senin, 02 September 2013

Holiday #1 (Penghuni Terakhir)


Hollaaa efribodiiii….. wuiiihhh…. So long time no see this nolderajad dashboard, baru sadar lagi ternyata udah lama ga share entry yang pake poto-poto disinih. Having too many things to tell leads me to stuck on writing at all. Fyuuhh… banyak kejadian penting dan berharga sebenarnya. But, above all, I choose to tell you this kind of story. My holiday with AWESOME friends. (ngomong opooo kuwi Vi?) #eh, artinya yang puya blog langsing \^o^/. *ditabokbolakbalik*

Mmm.. sebelum efek obat penenang saya habis, selalu lebih baik bila inget Allah saat memulai apapun.
Bismillah, semoga Allah mengampuni setiap kata yang memiliki aura buruk disini… ^^

Saya pingin ‘ngawur’ ya, biar kekhilafan saya baca buku-bukunya si Raditya Dika jaman muda dulu ada manfaatnya. Jadi nanti bila ada gombalan yang terjadi disana-sini sudah pada nyiapin amunisi sebelumnya. Hehee…

Semua bermula dari setiap tahun disebuah event keren yang disebut I’tikaf, kegiatan yang cukup menguras rasa dan dana ini sebenarnya lebih menggalaukan dari drama-drama FTV yang ceritanya tentang cinta diam-diam bertaun-taun tetapi diendingnya dia baru tau kalau yang disukainya itu adalah anak dari pembokatnya sendiri. Nah,  sepanjang sejarah saya berada dimoment itu, tahun ini adalah yang terparah dalam standarisasi ‘galau’nya. *Yaa elaah ngomongin sejarah, baru juga ikut dua kali*. (haissh… suka-suka saya dong.)

Situasi saat itu sangat rumit kawan, tugas-tugas yang dilakukan juga begitu banyak dan super duper ribet, semacam disuruh bantuin anak ayam yang hampir lumpuh karena dipatokin si mama ayam waktu dia pingin nyusu ke mamanya. *Nyusu? Dipikir ayam mamalia*. (Yaudah sii, namanya juga berandai-andai)

Hari demi hari dilewati, dan waktupun terus berjalan. *yaiya dong waktu terus berjalan, masa waktunya diam*.  (AH ELAAH PROTES MULU AH)

Lalu entah dari mana asal muasalnya, manusia-manusia kurang beruntung yang menjadi lakonnya itu disebut “Penghuni Terakhir”. Tapi bila percaya radar (jangan radar deh,  ga ngerti, sensitip aja gegara pilem entah-apa-itu-judulnya yang membuat teman-teman saya menderita syndrome parah suka main antena-antenaan /-..-\) ok, diulangi. Tapi bila percaya wangsit (yang lebih sering salah daripada benarnya) yang saya terima, munculnya istilah itu belum lama kok. Malah sepertinya baru tercetus setahun yang lalu, yaakk waktu itu kali pertama saya berada diantaranya. Jaman-jaman masih lugu beneran. Tapi gapapalah ya, keren kok. Daripada namanya “Korban yang  Tersisa”. Ngenes banget kan

Takbir pagi lebaranlah sebenarnya yang punya kuasa melantik siapa saja orang-orang itu, mereka-mereka yang (katasaya) berhak menerima do’a terbaik (walau tak terucap), tatapan haru (entah dari siapa) sekaligus bangga (meski mereka tak pernah tau) atau ‘sekedar’ rasa ukhuwah bertabur cinta yang semakin menyala-nyala didada sesama mereka (Aamiin).

Nah, tahun ini sebagian dari mereka merencanakan satu ekspedisi ‘rahasia’,  setidaknya dari saya. (lha infonya tiba-tiba kok). Padahal saya udah niat dari hati yang terdalam ingin lenyap dari peredaran untuk waktu yang telah ditentukan sejak pamit ‘mudik’ hari H itu. Tapi gagal, karena rasa-rasanya sejak hari diumumkannya ekspedisi itu hape saya seperti dimasuki smssms yang menyebarkan virus berbahaya untuk melupakan niatan mulia tadi. Ah, tapi entahlah. Ini hanya feeling seorang Ibu. :D

Ok gals, sebelum hal-hal buruk terjadi nih saya kenalin satu persatu manusia-manusia yang ikut itu.

1.         Mas Harun Abdul Aziz



Errr… apapun ‘status’ nya, he is our capten in this ekspedition. Beliau mendapat kehormatan duduk dibangku depan paling pojok kanan. Iyyap… tepat dibelakang setir. Jujur, sedikit ketar-ketir awalnya.  Hah? Sopir tunggal? ntar fit ga itu. Yah, pokoknya hari itu saat beliau diikrarkan sebagai pemegang kemudi saya cuma berdo’a semoga Mas Harun jujur atas SIM BARU yang ada didompetnya, alias asli pake tes. Bukan apa-apa sih tapi saya kan belum nikah, ga lucu dong gagal ketemu pangeran didunia cuma gara-gara SIM tembakan. Gak elit tenan. (-..-)a

2.       Mas Ali Hasan Syamsudin


Sang Co-driver yang punya goyangan kepala maut, bahkan kalau trio macan cari personil keempat Mas Ali bisa direkomdasikan dengan menunjukkan video dahsyatnya itu, hehe. (Ampunn Mas Ali). Satu-satunya manusia beda ‘jenis’ dengan saya diperjalanan itu yang dalam kesehariannya berani tak mintain tolong, lagi, lalu lagi, lagi terus dan lagi sampe banyak banget tanpa sungkan saya yang gede banget itu banyak berpengaruh. Minta tolong mulu, nyuruh-nyuruh dong? Iyap.. bener. Tapi percaya atau tidak faktanya beliau ini bos saya sodara-sodara. Benar-benar anak buah durhaka bukan.*dikutuk jadi Anna Althafunnisa*

3.       Mbak Siti Zahra


Mbak Ja adalah orang terakhir yang duduk dibarisan depan. Tepat disebelah Mas Ali. Yooi brai, Mbak cantik ini KAKAK si Mas Ali tadi. So, no problem right? Nah, kalau Mas Ali tadi tugasnya ngebantuin Mas Harun, Mbak ja ini tugasnya membantu Mas Ali. Membantu dalam hal apapun, membantu nggodain, membantu ngabisin makanan, membantu ‘menyiksa’, membantu-membantu…. :Dv .
Layaknya kembang api yang ndak akan meledak tanpa api, nhaa.. si Mbak Ja inilah api diperjalanan kami, beuuhhh… suasana mobil yang isinya sebagian besar hanya kembang api-kembang api ‘bisu’ itu jadi gegap gempita sama ‘ledakan’ tawa. Hahaha… iyo po ra Mas Lanjar? *ngakak

4.       Mbak Tri Prihatin Nurul Muthmainnatul Jannah


Tentang Mbak Mj ini (Mj Vi, Mj? Iyo, celukane eMJi, cen sih, gak mathuk karo jenenge asli sik dawane kaya sepur nggeret sepur) beliau adalah pemegang kantong sakti mandraguna nyawa dari perjalanan ini. Jadi jelaslah kami semua bakal lebih panik kalau sikantong yang ilang daripada yang megang. Haha sadis memang...
Eh iya satu lagi, kalian tau kah kenapa bulan terkadang iseng main baris-barisan dengan matahari? yap nama lainnya gerhana. Juga tau kah kenapa kancing dengan lubangnya diharuskan berada dalam garis lurus atau simetris? Semua ada maksud dan maknanya bukan? Saya rasa mencari jawabannya juga tak terlalu rumit. Namun Bila kedua kebenaran tadi dikaitkan dengan sebuah kesempatan tempat duduk, jawabanya menjadi sedikit sulit kawan. Entah itu ‘dengan’ siapanya atau disebut apakah namanya. Jika percaya bahwa tidak ada suatu apapun yang kebetulan didunia ini, tentang kebenaran itu… entahlah. Entah apa maksudnya, hanya Tuhan dan waktu yang tau. *pasang tampang lugu*

5.       Mbak Erni fariyatun


Beliau adalah pemegang rekor pengucap kalimat tersedikit selama perjalanan. Mbak Erni antusias banget ikut ekspedisi ini. Hal ini pulalah yang sedikit meluluhkan hati saya *halah* untuk ikut serta, mana tega saya membiarkannya sendiri digoda sama para galauwers diluar sana. Apalagi ada Emji disitu. *lirik sinis*

6.       Vivi
WEEEE DILARANG PROTESSS, INGET TENTANG MASALAH KUTUKAN DI POIN MAS ALI TADI!!!!


-Seseorang yang saat itu pingin banget nemuin lampunya aladin biar bisa minta 3 permintaan (atau lebih), permintaan ngawur semisal semoga bisa jadi kaya Sule yag nyengir dikit aja udah bikin ketawa sampe sakit perut, atau kalau itu nggak, pingin bisa berubah mirip Dian Sastro biar kalau poto-poto gak merusak suasana, atau permintaan terakhir yang cukup timbul dari hati yang terdalam, berharap badan saya sedikit mengempis, gak usah banyak-banyak, macam personil-persoil SNSD itupun jadilah biar beban si Ulil Alphard sedikit berkurang. Tapi apa boleh buat, sampai perjalanan ini berakhir saya masih tetap menjadi Vivi yang (katanya) ndut, culun nan kusam itu *miris

7.       Mbak Sylvi Rizki Fitri


Mbak Chil duduk pas disebelah saya tepat dipojok kiri dan menjadi personil terakhir yang duduk dideretan tengah. Tanpa Mbak chil entah apa yang terjadi sama penampilan saya selama di Malang. Lha sebutir sabun mandipun saya gak gablek cobalah. Naah selama perjalanan meski Mbak chil ini cukup diganggu oleh para penggemar yang sirik sama keproposionalannya, tapi dia tetap berbaik hati mau berbagi wadah mandinya yang super komplit itu. Baahh.. mantab sudah. (o..o)d

8.       Mas Musta’in Billah


Adakah yang sadar kalau selama dimobil Mas Billah ini banyak ngalah masalah tempat duduk? Soalnya secara tidak beruntung ketiga teman duduknya dibagian belakang sono suka tiba-tiba tak sadarkan diri, jadi bila hal itu terjadi tinggallah dia duduk ‘ndepis’ disudut sono hingga akhirnya ikut melakukan hal yang sama, tidur karena capek (mungkin). Teganya mereka kan, teganyaa…

9.       Mas Rahmat Hidayat


Meskipun mobil waktu ‘salip-salipan’ jadi melenggak lenggok sana sini macam orang goyang dangdut yang kesetrum, Mas Met ini tetep aja anteng dan gak protes duduk selonjoran dibawah deket kakikaki ketiga makhluk yang disebutnya teman itu. (iya bener, dibawah. Iya saya juga tau, ga sopan bener kan mereka. *diuncaligalon*)

10.     Mas Indraji Idham Wijaya


Beliau ini ‘korban’ pelariannya Mas lanjar. Hiiisshh lah pokoke. Plis deh Mas Lanjar, jangan menciptakan adegan-adegan yang membuat saya salah paham begitu, setidaknya jangan didepan saya kek. L
Mas Lanjar mind : “Ah, Mbak Vivi jangan fitnah deh, mana ada saya melakukannya  didepan Mbak. Orang dibelakang kok, lupa ya… kami kan duduk dibelakang” #ngok

11.       Mas Lanjar Kurniawan


Err… duhaii. Bener deh, Bang Zafran kami yang satu ini bingung mau dideskripsikan bagian apanya. Tapi..kalau dilihat suasananya malam itu kembang api kami gak akan meledak ‘seindah’ itu kalau orang satu ini ketinggalan, disita sama pegawai SPBU misal, dikarenakan kami gak kuat bayar solar.
Yaah… begitulah, bahkan dengan melewati satu tempat dalam perjalanan itu sudah membuat hati Zafranista ini tercabik-cabik.
Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan…*muter lagunya Mas Ebiet
Lebih parahnya dia dapat teman perjalanan yang salah sodara-sodara. Teman yang seharusnya menemani menikmati suasana galau itu dengan hening, ini malah saling bahu membahu mengacak-ngacak sejarah asmaranya itu dengan semena-mena. Ahh, kalian…. Saya pingin banget mengingatkan, coba bayangkan bila kalian ada diposisinya, mesti rasanya galau, campur gemes, campur bingung,campur gula dua sendok, garam secukupnya, sisanya tambahkan sesuai selera anda.

Tapi niatan suci itu saya urungkan karena bagaimanapun juga sinyal tetep susah di rumah Kak Fatur  meski Mas Lanjar udah duduk dibelakang Mbak Chil, jadi sayapun malah ikut bergembira bersama yang lain. Lalala… (Iya tau, siapa juga yang bilang nyambung)

12.     Satria Hijau Ulil Alphard


INI..INI…. MANA ADA MOBIL SE-KEREN, SE-TABAH, SE-SABAR, SE-KUAT, SE-PENGERTIAN MOBIL KAMI YANG SATU INI (lebay gapapa deh). Kurang keren gimana coba, kapasitas penumpang NORMAL Cuma 8, ini dia rela ngangkut 11 orang tak tahu diri sama bobot badan masing-masing dimacetnya arus balik Jogja-Malang  tanpa ngambek atau bikin ulah sedikitpun (red : macet, ban kempes dsb) juga dengan (di)tabah(tabahke) mengikuti keinginan penumpang buat jalan di track Bromo yang luar binasa itu. Hanya batuk sedikit ditanjakan itulah yang membuktikan bahwa dia tetap mobil yang memiliki hati seperti mobil lainnya, bukan mobilhero kayak di pilem pilem. *peluk si ijo*

Scroll.. scroll.. scroll.. #sadar
Perkenalannya aja segono… haishhh…
Sambungannya tar ya, kalau udah ada mud lagi... :D

-Perjalanan dimulai-

Oh iya, diucapkan selamat bertugas buat ketua kami yang lagi memperjuangkan nilai dipulau seberang. Map gak bisa hadir pas acara pamitan. Makluum, jadwal padat. pastikan tetap utuh  lagi sampai Jojga., dan tambahan satu lagi, kalau boleh usul stok masker yang banyak, kata temen saya asap lagi merajalela disana, atau kalau enggak pas uang jajan habis kan lumayan bisa dijual lagi.
Gutlak Bang Zafran…. :D

Read more...
separador

Selasa, 23 Juli 2013

Tuhan Tahu Tapi Menunggu (The Story of Ramadhan #1)


Ramadhan bersama TMUA kali ini tetap luar biasa, se-luar biasa para jagoan-jagoan SAFIR yang kalau kata saya lebih tangguh dari satria baja hitam. Namun sedikit bumbu yang menjadikannya lebih seronok adalah jadwal UAS yang juga jatuh pada hari-hari sibuk ramadhan. Rasanya...? Beuuhh....


Sedikit bercerita, meskipun saya ini anak nakal, gak suka sekolah de el el, tapi saya paling anti jika ada yang tidur dikelas saat ujian, Mbok ya inget anak istri dirumah gitu lho. Bisa-bisanya tidur disaat uang hasil jerih payah orang tuamu dipertaruhkan. Kalau tidur pas kelas KBM ya maklumlah (soalnya saya lumayan pengikut mahzab ini, hehe) tapi kalau pas ujian, what the...?


Tapi sepertinya semua berubah saat negara api menyerang moment pagi itu.


Hari itu ujian masuk di jam pagi, seingat saya makul yang diujikan adalah metopen. Sehari sebelumnya lumayan kipas-kipas karena dikira UAS hari itu bersifat open book. Tapi ketika kertas soal selesai dibagikan dan dengan huruf yang dicetak tebal plus pake caps lock, jelas-jelas terpampang CLOSED BOOK disana. Nah, mantap sudah.


Kelas kembali berjalan semestinya, ya wis bayangne saja ‘semestinya’ disana itu gimana. Saya juga dengan tampang sok serius mulai bolak-balik kertas soal. 5 menit, 10 menit...


Kemudian terlihat jelas disana ada seseorang seperti orang teler, terlihat sedang berusaha keras membuat matanya tetap terbuka dengan berkali-kali menggerak-geakkan kepalanya atau mengusap wajahnya. Namun sepertinya ia kalah, karena selanjutnya pemandangan yang ada adalah ia tertelungkup dengan sebelah tangan menjuntai memegang kertas soal dan tangan satunya menjadi bantal kepalanya. Iya bener, ia (ke)tidur(an) meninggalkan ke 50 soal objektif dan soal essay yang belum ada sepersepuluh dikerjakannya. Benar-benar tak tahu adat orang itu....


Entah sudah berapa lama. Tiba-tiba saja “Woii... Vi’ kertasmu udah banjir ituuuh. Mending sini tak salin jawabanmu dari pada ditidurin kayak gitu” si Im, manusia yang sudah berkali-kali tak usir kalau ujian jangan duduk dibelakang saya tapi teteeeep aja (secara tidak beruntung selalu dapat posisi yang sama dikelas apapun) berada disana menendang-nendang kursi yang saya duduki.


Lalu,

Manusia yang namanya Vivi tadi bangun dengan muka linglung plus innocent, persis ekspresi teman-teman yang paling bikin saya eneg saat dulu ketika kejadian yang sama. Ingak-inguk sebentar, memastikan pengawas gak tertarik sama saya, lalu kembali mengerjakan (baca : menebak2) soal-soal tadi.


Mungkin selama romadhon, perubahan pada proses kinerja tubuh apa ya yang meyebabkan demikian. (sok ilmiah ini), dan karena faktor “sok-sokan kuat” juga sepertinya. Beberapa kali mengalami moment itu. Dimana benar-benar tidak kuat membuat mata tetap melek. Rasanya itu seperti orang pingsan (mbuh ya pingsan itu rasanya seperti apa, tapi  ya kira-kira seperti itu). Pokoknya langsung bleg.Tapi entah, saya kok suka. Rasanya itu benar-benar nikmaaat banget tidurnya, gak kerasa apa-apa. Hehehe. Ibarat HP yang kehabisan batre itu nah, langsung nge-off secara otomatis. Keren kan. :D


Begitulah, seumur-umur itulah first moment tidur saat ujian, ya...eunggg.. yah... (kehabisan kata-kata) biar sajalah. Malah bisa untuk cerita anak cucu kelak. Hehe
***

Begitulah Allah kawan, ia membiarkan semesta mencatat setiap tabiat, rasa, ucapan, sikap serta hati secara teliti dan pasti. Menyimpannya diam-diam untuk kemudian diberikan balasannya nanti.

Sahabatku, mungkin cerita ini hanya terkesan main-main. Tapi percayalah, suatu saat kau akan mengerti maksud dari semua ini. Maka jaga sikap dan hatimu slalu yaa... Allah itu maha adil lan mboten sare kok... :)
***

Romadhon tep paling Joss lah pokoke.... ^^9

~Aez~
Read more...
separador

Minggu, 07 Juli 2013

TA Makul Statistik Pendidikan


Satu dari dua mata kuliah yang membuat saya tidak merasa salah jurusan.
 ***


Nama                           : Vivi I
NIM                            : 1142***8
Mata Kuliah                : Statistik Pendidikan
Dosen Pengampu        : Dr. Drs. Muhammad Idrus, S. Psi. ,M. Pd
Tugas                           : Analisis Data
Jenis analisis                : Multiple Regression
Penelitian mengenai Indeks Prestasi yang ditinjau dari skor tes teoritis, skor keterampilan dan skor psikotest yang dilakukan saat seleksi masuk pada prodi Pendidikan Agama Islam UII

Pengaruh hasil tes kemampuan teoritis, skor kemampuan, dan skor psikotest terhadap Indeks Prestasi

Tabel : hasil tes teoritis (X1), skor keterampilan (X2), skor psikotest (X3) dan Indeks Prestasi (Y) mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Indonesia
Sumber Data : Fiktif
Subjek
X1
X2
X3
Y
1
45
65
88
3.56
2
51
45
90
2.98
3
51
85
87
2.56
4
77
88
87
1.99
5
78
69
86
2.1
6
78
69
89
2.36
7
78
54
90
3.56
8
78
45
92
3.89
9
78
75
93
2.99
10
79
65
94
2.9
11
79
65
95
3.65
12
82
77
99
3.86
13
73
45
96
3.78
14
73
56
85
3.64
15
55
90
87
3.85
16
55
45
86
3.65
17
55
76
85
3.99
18
56
58
83
4
19
58
86
95
2.56
20
58
45
96
3.96
21
58
65
95
3.21
22
59
69
99
3.23
23
70
64
96
3.22
24
70
78
98
3.56
25
70
85
93
3.45
26
70
92
91
3.44
27
71
46
92
3.65
28
73
75
99
2.65
29
73
68
98
2.98
30
75
65
86
2.99
31
75
75
85
3.12
32
75
85
89
3.55
33
75
95
96
3.89
34
76
65
90
3.65
35
76
45
95
3.98
36
76
74
85
3.56
37
76
47
86
3.7
38
76
48
96
3.85
39
77
58
95
3.65
40
88
65
85
3.56
41
88
92
96
3.85
42
89
85
96
3.55
43
89
82
92
3.66
44
89
75
91
3.77
45
89
76
97
3.35
46
90
95
98
3.36
47
90
72
96
3.56
48
90
95
86
3.45
49
90
25
96
3.85
50
90
69
85
3.54
51
82
74
83
3.65
52
82
85
92
3.32
53
82
96
80
3.55
54
83
58
96
3.53
55
83
45
96
3.55
56
84
85
98
3.65
57
85
78
94
3.63
58
85
85
95
3.55
59
85
65
95
3.86
60
86
68
96
3.88
61
86
65
96
3.78
62
86
64
98
3.56
63
86
78
92
3.65
64
87
45
93
2.65
65
87
49
96
3.85
66
87
65
98
3.45
67
92
50
85
3.65
68
93
80
85
3.56
69
93
75
89
3.56
70
95
70
86
3.45
71
95
80
96
3.65
72
95
60
95
3.65
73
54
80
96
3.85
74
55
45
89
3.65
75
71
65
93
3.45
76
71
85
96
4
77
73
45
95
3.55
78
73
49
98
3.45
79
98
90
96
3.21
80
98
80
98
3.63
81
98
75
96
3.65
82
99
50
98
3.12
83
99
76
93
3.78
84
99
80
92
3.88
85
100
58
98
3.66
86
88
56
96
3.99
87
52
85
98
3.25
88
53
74
96
3.12
89
54
73
85
3.25
90
96
72
86
3.33
91
96
58
86
3.65
92
96
81
83
3.66
93
77
61
96
3.99
94
82
82
86
3.45
95
91
52
96
3.25
96
91
56
85
3.65
97
92
54
96
3.54
98
87
48
99
2.89
99
88
66
88
3.56
100
100
58
89
3.99







Analisis Data
Regression

Notes
Output Created
26-يون-2013 ICT 10:09:07
Comments

Input
Active Dataset
DataSet0
Filter
<none>
Weight
<none>
Split File
<none>
N of Rows in Working Data File
100
Missing Value Handling
Definition of Missing
User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics are based on cases with no missing values for any variable used.
Syntax
REGRESSION
  /DESCRIPTIVES MEAN STDDEV CORR SIG N
  /MISSING LISTWISE
  /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL ZPP
  /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) CIN(95)
  /NOORIGIN
  /DEPENDENT y
  /METHOD=ENTER x1 x2 x3
  /SCATTERPLOT=(y ,*ADJPRED)
  /RESIDUALS DURBIN HIST(ZRESID) NORM(ZRESID)
  /SAVE PRED ZPRED ADJPRED MCIN ICIN RESID ZRESID.

Resources
Processor Time
00:00:01.201
Elapsed Time
00:00:01.233
Memory Required
1948 bytes
Additional Memory Required for Residual Plots
896 bytes
Variables Created or Modified
PRE_1
Unstandardized Predicted Value
RES_1
Unstandardized Residual
ADJ_1
Adjusted Predicted Value
ZPR_1
Standardized Predicted Value
ZRE_1
Standardized Residual
LMCI_1
95% Mean Confidence Interval Lower Bound for y
UMCI_1
95% Mean Confidence Interval Upper Bound for y
LICI_1
95% Individual Confidence Interval Lower Bound for y
UICI_1
95% Individual Confidence Interval Upper Bound for y





Descriptive Statistics

Mean
Std. Deviation
N
Indeks Prestasi
3.4874
.40144
100
Tes Teoritis
79.4000
13.70173
100
Tes Kreatifitas
68.0700
15.20849
100
Psikotest
92.2200
4.98195
100

Pada bagian ini diperlihatkan deskripsi dari semua variable yang diregresikan. Yakni variable y (Indeks Prestasi) sebagai variable “dependent”, variable x1 (hasil tes teoritis), x2 (skor keterampilan), dan x3 (skor psikotest) sebagai variable “independent”.
Isi deskripsi tersebut adalah rata-rata (means), standart deviasi dan jumlah kasus (N) dari semua variable.
Indeks Prestasi memiliki rata-rata 3,4874, standart deviasi 0,40144 dan jumlah kasus 100.
Tes Teoritis memiliki rata-rata 79,4000, standart deviasi 13,70173dan jumlah kasus 100.
Tes Kreatifitas memiliki rata-rata 68,0700, standart deviasi 15,20849dan jumlah kasus 100
Psikotest memiliki rata-rata 92,2200, standart deviasi 4,98195dan jumlah kasus 100

Correlations


Indeks Prestasi
Tes Teoritis
Tes Kreatifitas
Psikotest
Pearson Correlation
Indeks Prestasi
1.000
.161
-.143-
.056
Tes Teoritis
.161
1.000
.034
.088
Tes Kreatifitas
-.143-
.034
1.000
-.094-
Psikotest
.056
.088
-.094-
1.000
Sig. (1-tailed)
Indeks Prestasi
.
.055
.078
.289
Tes Teoritis
.055
.
.367
.191
Tes Kreatifitas
.078
.367
.
.177
Psikotest
.289
.191
.177
.
N
Indeks Prestasi
100
100
100
100
Tes Teoritis
100
100
100
100
Tes Kreatifitas
100
100
100
100
Psikotest
100
100
100
100

Pada bagian ini, ditunjukkan hasil koofesien korelasi untuk semua variable. Kita dapat membaca hasil korelasi tersebut baik dari samping (baris) maupun dari atas (kolom). Jika dari samping dapat diurutkan sebagai berikut :
Koofisien korelasi antara “Tes teoritis” (x1) terhadap “Indeks Prestasi” (y) = 0,161 dengan tingkat signifikansi 0,055. Jika diperhatikan besarnya angka r = 0,161 dan tingkat signifikansi 0,055, maka keadaan ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan.
Koofisien korelasi antara “Tes Kreatifitas” (x2) terhadap “Indeks Prestasi” (y) = 0,143 dengan tingkat signifikansi 0,078. Pada kasus kedua ini juga menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan.
Koofisien korelasi antara “Psikotest” (x3) terhadap “Indeks Prestasi” (y) = 0,056 dengan tingkat signifikansi 0.289.

Variables Entered/Removedb
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
Psikotest, Tes Teoritis, Tes Kreatifitasa
.
Enter
a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: Indeks Prestasi

Variabel Entered/Removed fungsinya untuk menunjukkan jumlah variable yang dimasukkan/entered dalam analisis dan yang dikeluarkan (removed) karena suatu hal. Dan dari table dapat dilihat bahwa semua variable bebas dimasukkan (all request variable entered) dan tidak ada yang dikeluarkan.


Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.221a
.049
.019
.39757
1.224
a. Predictors: (Constant), Psikotest, Tes Teoritis, Tes Kreatifitas
b. Dependent Variable: Indeks Prestasi



Pada bagian ini ditampilkan nilai R, R2, adjusted R2, Std. Error dan Durbin Watson. Dimana R (besar) yang menunjukkan gabungan korelasi ketiga variable bebas x1, x2 dan x3 terhadap y adalah sebesar 0,221, sedang R2 (Indeks determinasi) adalah 0,049. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan dari pengaruh secara bersama-sama (multiple regression) antara x1, x2, dan x3 terhadap y adalah sebesar 22,1 %. Selebihnya sebesar 77,9% dipengaruhi oleh factor lain.
Kemudian nilai standar Error adalah 0,39757. Selain itu dioerlihatkan hasil Durbin Watson sebesar 1,224



ANOVAb

Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.

1
Regression
.781
3
.260
1.646
.184a

Residual
15.174
96
.158



Total
15.954
99




a. Predictors: (Constant), Psikotest, Tes Teoritis, Tes Kreatifitas


b. Dependent Variable: Indeks Prestasi















Pada bagian ini ditampilkan table analisis varians (ANOVA). Uji Anova digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh ketiga variable independent terhadap variable dependent (multiple regression).
Untuk pengujian F test (Anova) bias dilakukan dengan dua cara, yakni dengan melihat tingkat signifikansi dan dengan membandingkan F hitung dengan F table.
1.      Hipotesis :
H0  : tidak terdapat pengaruh x1, x2 dan x3 terhadap y.
H1  : terdapat pengaruh x1, x2 dan x3 terhadap y.
2.      Ketentuan :
Jika probabilitas < 0,05, maka H0 : ditolak
Jika probabilitas > 0,05, maka H0 : diterima
3.      Kesimpulan :
Dapat diperhatikan bahwa tingkat signifikansi (sig) pada table anova adalah 0,184. Jadi probabilitas 0,184 < 0,05. Dengan demikian H0 : ditolak dan Ha : diterima. Dapat disimpulkan bahwa ketiga variable x1, x2 dan x3 secara bersama memang berpengaruh terhadap y.
Dengan demikian, factor penjelas x1, x2 dan x3 dapat digunakan untuk memprediksi y.

Pengujian dengan membandingkan F hitung dengan F table
  1. Hipotesis :
H0  : tidak terdapat pengaruh x1, x2 dan x3 terhadap y.
H1  : terdapat pengaruh x1, x2 dan x3 terhadap y.
  1. Ketentuan :
Jika F hitung > F tabel (0,05) maka H0 : ditolak
Jika F hitung < F tabel (0,05) maka H0 : diterima
  1. Kesimpulan :
Harga F pada tabel Anova diatas adalah 1,646. Sedang F tabel adalah 1,39. Jadi F hitung > F tabel. Dengan demikian  H0 : ditolak dan Ha : diterima. Dapat disimpulkan bahwa ketiga variable x1, x2 dan x3 secara bersama memang berpengaruh terhadap y.
Dengan demikian, factor penjelas x1, x2 dan x3 dapat digunakan untuk memprediksi y.


Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Correlations
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Zero-order
Partial
Part
Tolerance
VIF
1
(Constant)
3.159
.797

3.964
.000





Tes Teoritis
.005
.003
.164
1.637
.105
.161
.165
.163
.990
1.010
Tes Kreatifitas
-.004-
.003
-.146-
-1.461-
.147
-.143-
-.148-
-.145-
.989
1.011
Psikotest
.002
.008
.028
.282
.779
.056
.029
.028
.983
1.017
a. Dependent Variable: Indeks Prestasi









Pasda bagian ini dikemukakan nilai koofisien a dan b serta harga t hitung serta tingkat signifikansi. Dari tabel diatas didapat persamaan t hitung sbb :
Y = 3,159 +  0,793 X

Collinearity Diagnosticsa
Model
Dimension
Eigenvalue
Condition Index
Variance Proportions
(Constant)
Tes Teoritis
Tes Kreatifitas
Psikotest
1
1
3.941
1.000
.00
.00
.00
.00
2
.039
9.989
.00
.16
.84
.00
3
.018
14.842
.03
.83
.11
.04
4
.001
53.648
.97
.00
.05
.96
a. Dependent Variable: Indeks Prestasi






Residuals Statisticsa

Minimum
Maximum
Mean
Std. Deviation
N
Predicted Value
3.2738
3.7131
3.4874
.08880
100
Std. Predicted Value
-2.405-
2.542
.000
1.000
100
Standard Error of Predicted Value
.043
.126
.077
.019
100
Adjusted Predicted Value
3.2301
3.6978
3.4865
.09149
100
Residual
-1.39707E0
.66671
.00000
.39150
100
Std. Residual
-3.514-
1.677
.000
.985
100
Stud. Residual
-3.580-
1.731
.001
1.005
100
Deleted Residual
-1.44963E0
.71014
.00089
.40748
100
Stud. Deleted Residual
-3.825-
1.749
-.007-
1.030
100
Mahal. Distance
.159
8.954
2.970
1.924
100
Cook's Distance
.000
.121
.010
.020
100
Centered Leverage Value
.002
.090
.030
.019
100
a. Dependent Variable: Indeks Prestasi




Pada tabel ini dikemukakan ringkasan hasil-hasil dari “predict Value” (nilai yang terprediksi) yang berupa nilai minimum, maksimum, mean sdt, deviastion dan N.


Charts

Tabel Histogram.
Data mendekati normal probability


Read more...
separador
Diberdayakan oleh Blogger.

Salam ^__^

Foto saya
Jogjakarta Hadiningrat, Indonesia
Terkadang tulisan seperti diam, adalah pilihan terbaik disaat hati dan lidah lelah untuk berkata.. Welcome In My Abstract Mind... ^^

Categories

Followers