:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14:

Welcome In my blog

"Kata-kata bisa mengobati atau melukai, memberikan harapan atau merampasnya"

Aez Quote

Not trial and error but trial and learn

Total Tayangan Halaman

Lokinfo

Translate

Tag Cloud

Entry Populer

Rabu, 09 Oktober 2013

Holiday #4 Part 2 (Perjalanan Dimulai)



Beberapa waktu yang lalu saya meng-iya-kan ajakan teman-teman  untuk ikutan touring bareng mereka. Berhubung saya adalah satu-satunya dari UII maka jadwal saya yang paling tidak dipertimbangkan. Alhasil (dengan banyak  alasan lain) saya (terpaksa) bolos kuliah waktu itu. Sebenarnya ini adalah kesepakatan kali kedua, karena yang pertama gagal disebabkan salah satu tempat yang akan kami kunjungi sedang mengeluarkan gas beracun sehingga disarankan untuk mengundur keberangkatan.

Kamis sore kami berangkat dan dengan insiden sana sini hingga memakan waktu sekitar lima jam untuk perjalanan berangkat menuju rumah Ade, salah satu teman saya, yang rencana akan kami gunakan untuk itirahat malam itu.

Sampai disana kami sudah ditunggu dan diterima dengan hangat oleh kedua orang tua Ade. Setelah prosesi makan malam teman-teman lainnya langsung istirahat, sedang saya karena ini bukan kunjungan pertama dirumah ini jadi saya sempatkan untuk ngobrol dengan mereka.

Hehe... saat itu saya cukup ‘mati gaya’ dikarenakan galau dalam penggunaan bahasa. Bahasa yang dipakai disini kalau untuk Jogja-nan mirip bahasa ngoko alus. Berasa gimanaa gitu, kan kalau dijogja ora pareng make bahasa begitu ke orang tua dan mau di Indonesia-in si ‘Ibuk’ ndak bisa.

“Ora sah Ibuk. Ade nyeluke mak-e karo Bapake. Wis melu Ade bae”

Alhasil si Mak-e sama Bapak-ke pake bahasa mereka sedang saya tak libas pake jogja alus. Hehehe begitulah pokoknya (ga usah dibayangin). Tapi anehnya obrolan ini bertahan sampe 2 jaman dengan bumbu tawa yang ga berenti-renti loh. Keren kaannn.. :D

Setelah itu Mak-e kayaknya ngerti kalau saya udah ngantuk parah. Akhirnya beliau inisiatif menghentikan obrolan dan menyuruh saya tidur. Lalu saya menuju kamar yang memang telah disediakan untuk kami namun saya urungkan dan balik lagi keruang tamu.

“Pak, ngapunten. Bobok teng riki angsal nggeh” sambil nunjuk sofa panjang.

Setelah boleh-nggak boleh-boleh-nggak boleh akhirnya dibolehin juga. Baru saja saya baring sebentar si Bapake dateng lagi bawain sarung sama bantal. Sweet lah pokoke. *nyengir


Nih penampakannya. Selain lega kalau disini banyak makanannya *ups

Kenapa antimainstream saya tetiba kumat begitu? Bukannya apa-apa meskipun kasurnya menggoda tapi dikamar saya yakin sudah full kapasitas. Cukuplah alasan kenapa selama ini kamar tidur saya jendelanya jarang ditutup (kalau ada teralis berlaku sampai malam juga) atau kalau ada pilihan mobil atau motor saya pilih motor atau kalau terpaksa pake mobil jendela suka dibuka lebar-lebar untuk saya melakukan hal ini. Karena saya punya sugesti buruk untuk tempat yang ‘kurang udara’.hehe...  Apaaa ini.
***

Esoknya sebelum perjalanan dimulai kami sarapan dengan gembira didapur Mak e yang penuh makanan itu. Kebetulan beliau juga seorang ‘Ibu Kantin’ disalah satu sekolah, jadi bisa dibayangin kan, hehe... dan favorit saya (teteeepp) mendoan mamenn. FYI (For Your Informtion) mendoan disini ada sedikit perbedan dari segi bentuk tempenya yang sepertinya sudah tersetting untuk dibuat mendoan. Ah... ditambah bumbu buatan Mak-e yang josss itu bikin kalap, ga tanggung-tanggung  75% dari jumlah keseluruhan pindah keperut saya seorang, sedang sisanya baru dimakan sama temen-temen yang lain. (malu-maluin bener memang :D).

Jempol deh buat ini...
Ini makanan khasnya, lupa apa namanya
Amanda Brownies asli dari jogja. Tapi kalah pamor sama si tempe tepung diatas
 ***

Baiklah, sampai disini ekspedisi dimulai. Semua lancar kecuali satu hal. Saya cukup kerepotan dengan ritme teman-teman yang memakai motor matic. ‘tarikannya’ beda banget sama yang manual, padahal saya hanya satu dari dua orang yang membawa motor gigi. Sisanya matic semua. Beeeuuhhh. Puk puk si rem lah pokoke. Motor Mbak Erni yang biasanya prima aja sampai “nguuk...nguuk” ngambek ga mau diajak nanjak (ditambah faktor yang nyupir amatir siih). hehe



Pucuk... Pucuk.. pucuk... *ngelusGas
Oh iya.. foto yang saya punya terbatas. Selain karena saya lebih suka njepret kamera yang dipakai juga punya temen saya dan belum sempat buat ngopi, seadanya jadinya...
***

~Aez~
Next part...
Read more...
separador

Holidai #4 Part 1 (Mencari Bahagia)


Jika kesunyian tak mampu menghadirkan ketenangan, jika sujud dan ruku’ kita tak lagi mendatangkan ketentraman dan kesejukan jiwa, ada yang perlu kita tengok dalam diri kita. Kita perlu mengambil jarak dan melakukan hentian sejenak dari kesibukan-kesibukan yang terus memacu kita untuk berlari. Kita perlu mencari kejernihan ditengah hiruk pikuk kehidupan maupun mimpi-mimpi.
– Salah satu quote di buku agenda, lupa ntah tulisan sendiri atau ngutip dari mana -
***
Astagfirrullahal ‘adzim....
Telah terbangun tubuh ini ya Allah, di subuh yang mataharinya lembut mengikut titah-Mu. Telah tersadar badan ini dari tilam yang menenggelamkan lelah dalam mimpi-mimpi. Telah terbasuh pula wajah ini dengan sejuknya udara yang menusuk membuka kelopak mata dan menyaksikan irama alam yang Engkau ciptakan. Tetapi jiwa ini, Ya Allah, rasanya masih lelap dalam tidurnya. Terlalu pengecut untuk maju dalam pentas nyata.

Telah terbentang lebar mata ini menikmati pagi-Mu yang daun-daun dipepohonannya terhampar hijau, yang embunnya membasahi pilar-pilar, yang anginnya menerobos masuk mengecup kening dengan dinginnya. Dipagi ini ya Allah, aku masih dapat membayangkan wajah saudara-saudariku, yang senyumannya menegakkan sendiku dan wajah cerah serta tawa ceria yang rasanya dapat membuat hidupku bertambah lama.

Alangkah segarnya pagi ini ya Allah, engkau ciptakan alam yang sendunya menenangkan jiwa-jiwa yang gelisah. Kau limpahkan kasih sayang dalam hati yang mendendangkan ukhuwah didada ini.

Ciptaan-Mu tiada dua, skenario-Mu sempurna, ketetapan-Mu tanpa cela, ayat-Mu lengkap luar biasa. Tapi kenapa hati ini selalu merasa gelisah, ya Allah... ataukah didalam tubuh yang sehat dan mata yang masih dapat melihat dengan terang sesungguhnya hati ini buta, bisu dan tuli sehingga tak dapat merasa begitu luasnya kasih sayang, rahmat dan cinta-Mu?





~Aez~
Next Part....



Read more...
separador
Diberdayakan oleh Blogger.

Salam ^__^

Foto saya
Jogjakarta Hadiningrat, Indonesia
Terkadang tulisan seperti diam, adalah pilihan terbaik disaat hati dan lidah lelah untuk berkata.. Welcome In My Abstract Mind... ^^

Categories

Followers