:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10: :11: :12: :13: :14:

Welcome In my blog

"Kata-kata bisa mengobati atau melukai, memberikan harapan atau merampasnya"

Aez Quote

Not trial and error but trial and learn

Total Tayangan Halaman

Lokinfo

Translate

Tag Cloud

Entry Populer

Kamis, 23 Mei 2013

Iustisia Alegori


“Mukmin ialah cermin bagi mukmin yang lain. Jika didapati bayangan itu bercela, maka yang pertama harus dibenahi adalah dirinya sendiri nan sedang bekaca”

Itu adalah catatan entah dari mana dan entah kapan dibuku orek-orekan lama saya yang tanpa sengaja terbaca kembali dan karena beberapa kalimat itu pulalah yang membuat saya ada ditempat itu dan catatan ini ada.
***

Disebuah sore yang mendung, saya bermotor ria untuk menemui seorang teman. Setelah sampai, lalu saya ngglosor begitu saja dikamar sempitnya.

Dia teman yang cukup dekat bila diukur dari pengetahuannya tentang baik-buruknya saya. Hingga senja menjelang, saya masih belum bergerak dari tempat dimana saya duduk sejak awal datang tadi. Masih tekun menyimak jawaban dari pertanyaan yang saya lontarkan beberapa puluh menit yang lalu. Sedang dia dengan santainya nyerocos sambil tiduran dengan mata tak lepas dari TV yang sedang menayangkan infotaiment dan sesekali melempar kacang dari toples kemulutnya. Tanpa beban dan sangat tidak sopan. haha

Sampai akhirnya ia berhenti dan menoleh saat saya sela dengan pertanyaan retoris penuh ragu. “Emmm kok banyak banget sih? Masak kayak gitu tho?”

“Ah elah, emang lu pikir, lo itu udah baik?” lalu kembali menekuni aktifitas memasukkan sampah kekepalanya. Nonton infotaiment.

#jlebb
Benar-benar tidak sopan anak satu itu. (-..-)

*But She is relly my closed friend #hug (^0^)/
***

Selama ini tanpa kita sadari seringkali kita menyalahkan keadaan. Mengkritik tanpa punya solusi. Berkata-kata seolah diri adalah yang paling benar atau patut dikasihani. Menuntut pengertian tanpa sedikitpun memberi. Lebih celaka ketika merasa lingkungan adalah masalah tanpa berniat melihat mungkinkah sebenarnya diri ini masalahnya.

Status fesbuk seorang teman, ia menuliskan; “Ketika anda mencari kebenaran. Bersiaplah..... ia tidak mengenal teman. Ia akan menyerang siapa saja yang menghalangi cahayanya termasuk harga diri dan prinsip hidup anda. Maka persaksikanlah ketika anda meninggalkan KEBENARAN demi PEMBENARAN harga diri dan prinsip hidup anda”
-Mas Josa-

Begitulah kebenaran. Kebenaran yang terkadang terasa menyakitkan. Terutama bila kebenaran itu datang dari kekurangan diri sendiri. Kebenaran bahwa ternyata diri ini begitu banyak membutuhkan pembenahan. Kebenaran bahwa ternyata dalam diri ini masih bertumpuk keburukan. Dan lihatlah, betapa sering kita melakukan pembenaran demi haga diri bahkan saat kebenaran itu nyata adanya. Kita tidak terima dan terus tidak terima. Pertanda betapa hati itu begitu keras dan jauh dari cahaya. Karena hanya hati yang lembutlah yang dapat dimasuki oleh kebaikan.

Satu kelebihan yang dimiliki manusia yaitu mudah sekali mencari cela orang lain namun sulit membaca apa yang terjadi pada diri sendiri. Maka dari itu jangan heran ketika kita merasa bahwa kita ‘baik-baik saja’ tetapi orang lain dapat melihat bahwa sebenarnya kita sedang berada dalam masalah. Ya memang benar, orang lain hanya melihat kulit dari struktur diri kita. Jadi jangan tersinggung bila terkadang yang mereka nilai tidak selalu tepat. TAPI, CATAT! yang menilai diri kita adalah orang lain. Sebaik apapun sangkaan kita pada diri ini namun tetap pandangan orang lainlah yang memiliki hak untuk menilai KITA ITU ORANGNYA SEPERTI APA. Maka bila ada suatu kebenaran tentang diri kita entah apapun itu janganlah terburu-buru menyimpulkan. Bila kebenaran yang datang adalah kebaikan, jangan cepat berpuas karena yang mereka lihat hanyalah kulit. Namun bila kebenaran yang datang adalah keburukan jangan pula gegabah melakukan pembenaran karena memang masih seperti itulah diri kita dimata orang lain.
 
*Jleebbbbbb....
Bila suatu saat datang suatu kebenaran tentang diri kita, artinya ya masih seperti itulah kenyataan dan fakta tentang kita dimata orang lain dan yang orang lain rasakan. Jangan marah. Karena sebenarnya, ibarat kaki yang tertusuk duri, maka rasa sakit itulah kebenaran. Tanpa rasa sakit itu kita tidak pernah tahu bahwa ada duri bersarang pada kaki kita yang diam-diam menjadikannya infeksi dan membuatnya membusuk.

Begitulah rasa sakit bekerja, membuat tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kaki kita hingga kemudian kita dapat mengetahui lalu mengambil tindakan untuk menghilangkan duri tersebut dan mengobatinya. Rasa sakit itu adalah kebenaran. Dapat berupa nasehat ataupun kritik dari orang-orang yang berada didekat kita, kaki itu sebagai pernisbatan diri kita dan duri itu adalah keburukan. Keburukan yang diam-diam bersarang. Maka dapat dibayangkan apabila rasa sakit (kebenaran) itu tak (kunjung) datang. Terlebih jika kebenaran itu datang dari teman, orang disekitar kita atau sahabat dekat yang notabenenya sering memperhatikan atau mengetahui tentang kita. Maka apabila temanmu berbuat demikian tentulah ia mengharapkan dirimu untuk menjadi yang lebih baik, baik, dan lebih baik lagi. Karena teman yang baik bukan saja mau menerimamu apa adanya, namun juga memperbaikimu sempurna adanya.

Dan apabila telah datang kebenaran itu pada kita, maka saat itu pulalah waktunya move on. Buang jauh-jauh rasa sakit hati yang biasanya datang akibat kritik tersebut. Sungguh, bila boleh sedikit saya sok tahu, itu adalah ulah syaitonnirrojiim yang lagi-lagi berusaha merusak hati kita dengan memasukkan pikiran buruk tentang orang yang mencoba menasehati kita. Orang ini sok banget sih, ngaca dulu kek kalau mau ngkritik orang itu. Cobalah jangan asal ngomong, orang gak tau apa-apa aja berisik. Astagfirullah.... jangan ya, jangan. Bahkan seharusnya kita berterima kasih karena masih ada yang peduli dengan kita. Tidak rela jika kita menjadi buruk. Maka sekali lagi buang jauh-jauh rasa ‘benci’ yang terkadang datang tanpa diundang itu. Dan JANGAN PULA SEKALI-KALI MELAKUKAN PEMBENARAN ATAS KEBURUKAN KITA. Karena bila masih melakukan hal itu maka usaha kita untuk berubah menjadi lebih baik akan sia-sia belaka.

Setelah semua itu tak perlu galau. BUANG-BUANG ENERGI. Segera move on, dan kembali menjadi dirimu yang jauh lebih baik lagi. Jadikan itu sebagai titik tolak untuk melejit dan membuktikan BAHWA KEBURUKAN YANG DISEBUTKAN ITU SALAH. :)

Sekali lagi, bila kita merasa bahwa lingkungan kita tak mendukung. Merasa orang-orang tak peduli, tak kounjung mengerti, atau tak seperti keinginan hati. Merenunglah. Apakah yang salah dengan diri ini?
***

Disebuah sore yang mendung, saya bermotor ria untuk menemui seorang teman. Setelah sampai, lalu saya ngglosor begitu saja dikamar sempitnya.

Setelah beberapa saat basa basi. “eh, menurutmu aku itu apa aja sih jeleknya?”
...
“Haisshh... gak usah kebanyakan mikir, sebutkan aja!”
***
____________________________________________

Hanya renungan menjelang subuh yang indah dari orang yang sedang berbenah. Semoga tidak menggurui.

Emm... I'm Back, assalamu'alaikum... ^^v
~Catatan Aez~
Mei 23, ‘13
Read more...
separador

Sabtu, 04 Mei 2013

Salam Sejuta Rasa


Salam ‘Alaikum... ^^

Segala puji bagi allah yang telah memberikan cahaya ilmu yang menerangi bumi sehingga manusia dapat melihat jalan yang lurus dan terbimbing menuju keselamatan didunia dan akhirat.

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan cinta, membekali manusia dengan cinta, dan menciptakan mereka untuk saling mencinta dijalanNya.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam yang diutus untuk membawa risalahNya dengan cinta kepada seluruh manusia dan seluruh keluarganya, serta para pengikutnya yang setia kepada ajarannya hingga akhir hayatnya.

(Beuh, pembukaannyaah.... efek dari kebanyakan baca buku kemarin inih =..= )

Baiklah sahabatku semua yang disayang Allah, yang dengan segala izinNya kalian sampai pada saat membaca tulisan di blog geje ini. Semoga hanya kebaikan yang kalian dapatkan. Amin...

Alhamdulillah... dengan segala keabsurd-an saya, sampai pada entry ini dipublish ada sebanyak 97 judul yang sempat terposting dan sisanya (yang lebih banyak lagi) hanya lulus dalam berkas draft. Juga dengan jumlah follower 15 Orang (*krik) dan angka statistik yang bergerak sampai pada angka 4171. Dari jabaran seperti itu saya tidak pernah tau apakah ada kebaikan yang dapat dikutip dari blog ini ataukah malah semua hanya megandung keburukan karena (jujur) 98% ditulis dengan latar pengalaman dan kegalauan. Heheh... but its no problem. Itu kan salah satau fungsi blog –menyalurkan kegalauan-. :D

Haishh... ini ngomong apa sih. Oke..oke.. saya ke intinya. Ehm... setelah beberapa waktu berproses akhirya si nolderajad terhitung hari ini resmi memiliki ‘adik’. Dan dikarenakan adiknya itu baru saja dilahirkan akan sangat riskan bila saya tidak terfokus kesana. Jadi mungin untuk beberapa waktu (yang belum diketahui endingnya) saya akan lebih sering mengurus disana.

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua teman yang sudah mau menyisihkan waktunya untuk mampir kesini, membaca yang benar-benar tidak penting ini.

Selebihnya adalah permintaan maaf yang tidak bisa saya wakilkan meski lewat tulisan ber entry entry. Karena saya tidak pernah tahu ada seberapa banyak persepsi, prasangka dan efek-efek lain yang terjadi setelah kalian mampir di sini. Saya juga memohon maaf atas banyaknya kalimat atau pemikiran yang saya sadur secara serampangan dan lupa mencantumkan sumbernya, saya memohon maaf atas kebohongan yang tanpa sengaja tertulis meski hanya sekata, saya memohon maaf bila tulisan saya  membuat yang membacanya menjadi ‘tidak suka’ pada saya (hehe), maafkan saya karena belum bisa membesarkan nolderajad secara baik dan terakhir saya memohon maaf kepada DIA apabila banyak sekali kesalahan dalam meafsirkan makna dalam kitabNya dan ucapan RosulNya.

Juga terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua inspirator yang karena kegengsian saya tak sanggup saya cantumkan namanya, bahkan sebenarnya karena dialah satu persatu lahir entry di blog-blog ini. Pokoknya terimakasih dan maaf.... ^^

Haisshhh... ini kayak mau pergi kemanaa ajaa.... tapi gapapa ya, sekali lagi saya dan nolderajad minta maaf untuk semua.... apa ini blog bakal tutup akun? Oh ndak. Hanya sementara saya berusaha meng-amnesia-kan diri kalau blog ini pernah ada. Heheh... I’ll be back soon... InshaAllah... InshaAllah... InshaAllah...^^

Baiklaahhh... ssebagai clossing, akan saya pakai kata-kata yang puallinggg bikin eneg sepanjang saya bisa merangkai kata-kata yang sejenis itu... heheh... oleh-oleh lah sebagai penutup. Heiittt inget... ndak boleh suudzon lho yaa...( pukpuk semua yang mau suudzon )

“...asal kamu tau, meskipun dirimu penuh tanda, tapi ternyata kata mereka kamu adalah miliknya, aku cemburu...”
#tsaaahhh...
(Dengan segala makna yang terkandung didalamnya)

*piiisss mbaakkk piiisssss* #ngakaksalto

Dan pada akhirnya,
Setiap pribadi hanya nyaman dan rindu menjadi dirinya sendiri,
Mencintai dengan seluruh hati yang dimiliki,
Menyongsong kebaikan dan jiwa yang menuntut untuk terus dibenahi....
 
Ini adalah orang yang bertanggungjawab dibalik semua tulisan Ge-je di nolderajad ini... (ngeksis dikit gapapalah yaa...) Semoga bertemu dikeadaan yang lebih baik.. ^^
Salam dari nolderajad dengan sejuta rasa... (dadaaaah...)
Mei 4, 2013
~Aez~
Read more...
separador

Kamis, 25 April 2013

Allah Sedang Mendewasakanmu


“Kamu tahu, bahwa hatimu itu ibarat sebuah bejana yang harus kamu rawat dan pelihara dari hal-hal yang bisa memecahkannya”

Wahai diri,
Bila hatimu begitu resah pada hal-hal disekelilingmu, apakah itu tanda bahwa jauhnya hati dari pemilikmu?

Wahai diri,
Bila hatimu menjadi marah saat perbuatan tak disambut sesuai harapmu, apakah itu tanda bahwa ikhlas masih jauh dari situ?

Wahai diri,
Bila hatimu masih ingin dilihat manusia, apakah itu tanda tidak sampainya rahmat Tuhan dalam harimu?

Astagfirullah, Astagfirullah, Astagfirullah... Bukankah katamu semua hanya karena Allah?

Hati karena Allah tidak pernah membenci, hati karena Allah tak pernah peduli pandangan manusia, hati karena Allah jauh dari kata mengeluh, hati karena Allah rindu menegakkan ajaranNya, hati karena Allah tak pernah lelah dalam kebaikan. Hati karena Allah itu adalah hati yang dirindukan, karena ia begitu manis. Jauh lebih manis dari apapun yang bisa dibayangkan.

Sekarang tanyakan hatimu, sudahkah ia baik?

"Wahai Musa, jadilah kamu orang yang berguna bagi orang lain. Janganlah sekali-kali kamu menjadi orang yang hanya menimbulkan kecemasan diantara mereka hingga kamu dibenci oleh mereka. Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria dan janganlah kamu berkeras kepala atau bekerja tanpa tujuan. Janganlah kamu mencela seseorang hanya karena kekeliruannya saja. Kemudian tangisilah dosa-dosamu, wahai Ibnu Imron."
–Khidir kepada Musa-

Bila hatimu bertanya-tanya kenapa saat masalah dihadapanmu yang jelas terlihat saja sudah begitu banyak tetapi Allah masih membonusi dengan kejutan-kejutan masalah dari luar yang sebegitu kompleks dan datangnya tak pernah disangkakan. Jangan bersedih. Berdirilah didepan cermin. Pandangi wajahmu yang muram itu. Jelek bukan? Perlahan, tariklah bibirmu menjauh dari titik sentral. Terus, perlahan hingga ia sempurna tersenyum. Lalu ucapkan. “Terimakasih Allah. Kau percayakan begitu banyak pembelajaran ini. Alhamdulillah... Aku sedang didewasakan”

***
“Ya Rabb, saat aku berbuat kebaikan bukan untuk mendapatkan balasan kebaikan dari orang lain. tapi itu semata-mata mencari ridhoMu saja.”
Allah, ajari hati kami...

Nasehat untuk diri pribadi
~Aez~
Mabit Ulil albab, Apr 25-26, 2013
Read more...
separador

Cake Kangen Rumah


Mbak Ayu minta resep. Hadaaahh… malah njut isin banget saya mbak. Tapi gak papa deh. Buat lucu-lucuan juga, hehe… *nervous
***
Bismillah…

Beberapa bulan terakhir fesbuk saya penuh tag-kan makanan hasil dari menu hariannya Ukhti Shalihah ^^, yang sukses buat saya mupeng tingkat dewa, serius…. -..-

Setelah tercekoki menu-menu yang gambarnya aja udah buat ngiler begitu, saya putuskan untuk segera mengeksekusi biar gak makin mupeng. Entah apapun itu. Nah… secara beruntung di asrama ada Mbak yang punya oven sama mixer. FIX. Pengen bikin kue. Kue pisang (pokoke kue pisanglah, entah kaya apa bentuknya). Jangan bayangkan saya udah tau buat kue itu kayak apa. Saya gak paham. Serius.

Eh kenapa pisang? Ehm… sedikit cerita, dulu.. -iya dulu jaman masih ingusan- saya terkenal sebagai monster pisang. Ngerti pisang yang kecil-kecil itu kan? Yang segede jempol kaki beruang itu. Nah itu dulu satu sisir sekali ndeg-an. Kalau dilihat dari perut yang kecil begitu bisa menghabiskan segitu banyak artinya saya gragas luar biasa kan ya. :D. dan selain itu, saya suka semua olahan pisang.. pokoknya suka. titik

***
Entah kenapa akhir-akhir ini (bohong ding, sering maksudnya) saya kepingin bolu pisang, ahhh kan banyak itu dijual. Bentarrrr ... itu belum selesai. Bolu pisang yang dibuat sama ibu saya. *jreenggg. Tapi yang ini ngidamnya sampai keterlaluan, sampai kebawa mimpi cobalah. Dulu juga pernah, saking kepengennya sampai nelfon “Ma’ kepingin bolu kayak punya julak” (julak: panggilan budhe untuk orang banjar). mungkin karena saking setiap nelfon selalu bilang hal yang sama, Ibu saya sampai ngirimin itu bolu dari seberang pulau sana. Ya Allahh…bener-bener saya ini ya.. :D.

Nah kali ini kasusnya gak jauh beda, HANYA saya udah gak berani bilang kalau kepingin kayak begituan lagi. I was on 20th. pahamlahh… dan Ibu saya itu tipe pemikir yang pake banget, jadi yaa… gak tega mau bilang. Ah… ngerti lah ya…

Akhirnya sehari, dua hari… aduhh kok ya malah makin pengen. Sempet kepikiran pingin minta buatin, minimal diajarin laah, sama mbak depan kamar asrama yang sudah diakui jagonya kalau masalah buat begituan, tapi kok kalau dilihat-lihat mbaknya sibuk sekali ya. Cancel. Ngrepoti wae.. ^^ Akhirnya saya putuskan buat sendiri saja. Kalau gak enak ya sudah.

Dengan sedikit mengingat-ingat gimana dulu Ibu saya buat begituan dan dengan sedikit mengintip resep dan tips dari beberapa blog cake (terutama JTT recommended dari Mbak ayu, waah membantu sekali ^^), ter-list lah bahan-bahannya. Naahh… masalah lagi. Untuk kantong anak kuliahan yang pas-pasan kayak begini, hal ini adalah hal terurgen yang harus diminimalisir pengeluarannya dan yang saya lakukan untuk mengakali itu adalah 2 kata .Beli-secukupnya (ex: Vanili. beli yang satu sachet untuk sekali pakai. Cuma 500-an. Mentega Cuma butuh 3-4 sendok. Saya beli mini sachet yang 700an 3 bungkus. Selain menghindari mubadzir juga. Dll..dll pokoknya beli secukupnyah. :)

Oh iya ketika ada yang menanyakan, kenapa sih kok lebih milih yang rempong begitu? Tinggal beli sepotong dua potong kan selesai? Aduuhh saya juga bingung jawabnya, entah faktor bawaan atau apalah ya, seperti Ibu saya yang hobinya utek didapur, meskipun saya tidak se-ekstrim beliau tapi ternyata saya lebih memilih berepot-repot ria. Walau hasilnya terkadang mengerikan exelentnya tapi seperti ada kepuasan tersendiri. Begitu. :)

Oke.. ini hasil eksperimen saya. Warning, saya ga punya timbangan, ukuran atau apapun itu yang bisa dibuktikan ke-valid-annya. Jadi semua cuma pake ilmu “kira-kira” *benerinjilbab
Oke, cekidot lah…

***
Brownies Kangen Rumah


Loosk so yummy right? ^^

Bahan :
  • 2 telur ayam, kocok lepas (saya baru dapat istilah ‘kocok lepas’ ini setelah bingung gugling untuk menyebut istilah : mengocoknya sendiri dan sebentar saja, :D)
  • Dark coklat 250 gr. (Saya patahin jadi dua sama rata) pake separuhnya jadi ya kira-kira 125 gr (gak valid tentu saja)
  •  Gula pasir (saya takar pakai gelas kecil yang tingginya kira-kira 10 cm. diisi 75 % dari tinggi gelas itu
  •  Coklat bubuk. Saya beli yang 100 gr. Dipake kira-kira 1/5 nya. (atau 25% dari gelas tadi kalau mau diukur pake gelas)
  •  ½ sdt garam
  •  3 sdm mentega/margarin
  •  Terigu 1 ½ gelas (gelas yang sama)
  •  ½ sdt baking powder. Kalau dari tips-tips yang ada, lebih joss pake yang double acting. Ya wis saya ngikut
  •  buah pisang 3 buah (saya kemarin pake pisang yang biasa dipake jus itu. Kurang tau apa namanya “..”v). pilih yang matang ya. haluskan / buat puree. Pake garpu atau sendok juga bisa
  •  1 sachet  (kira-kira ½ sdt) Vanila ecstract (saya pake yang bubuk). kata Ibu saya jangan kebanyakan kalau pake ini, ntar jadi pahit.
Cara mengeksekusi: 
  • Siapkan semua perangkat, terutama yang terpenting. (kalau kasus saya adalah) kukusan. Hehe… kalau masih ada didapur tetangga segera diselamatkan dulu
  •  Siapkan Loyang. Kemarin pake Loyang yang 22x8,5 cm (kalau gak salah ngira-ira yaa). Olesi permukaan (bag. Dalam) dengan mentega dan taburi dengan terigu. (gak ngerti buat apa, seingat saya dulu ibu saya ya begitu. Tapi kalau dilihat-lihat lagi sih biar tidak lengket sepertinya)
  •  Siapkan mangkuk. masukkan tepung, coklat bubuk, vanilla ecstract, garam dam baking powder. Aduk rata.
  •  Beri air pada kukusan kira-kira cukup untuk merebus 40-50 menit an . Tutup panci kukusan tadi lapisi dengan kain agar uap air tidak menetes. Dikasus saya kain yang saya gunakan tidak bisa menyerap secara efektif. Hasilnya? Ehm… cukup eksotik. Heheh. Jangan ditiru. Jadi, pilih kain yang benar-benar bisa menyerap
  •  Lelehkan dark coklat dengan double boiler. Itu lho yang coklatnya ditaruh diatas panci tahan panas lalu diletakkan diatas panci lain yang berisi air mendidih. Apinya jangan terlalu besar ya. Kalau sudah, angkat
  •  Panaskan panci kukusan tadi, agar ketika nanti adonan selesai dan mulai mengukus, air telah mendidih dan panasnya telah stabil
  •  Masukkan mentega dan gula pasir. Aduk rata. Bila terlalu kental dapat diencerkan dengan cara seperti melelehkan dark coklat tadi sehingga agak lumer
  •  Masukkan campuran dark coklat and the gank ke wadah yang lebih besar, masukkan puree pisang aduk rata. Lalu tambahkan telur. Pastikan coklat sudah tidak panas. Karena takutnya nanti telurnya malah matang. :D
  •  Masukkan tepung secara bertahap. Aduk dengan spatula perlahan hingga rata. Tuang kedalam loyang lalu masukkan kepanci kukusan. Kukus kurang lebih 50 menitan. (kalau belum matang bisa lebih lama). Kukusan jangan dibuka-buka sampai matang. Kenapa? (g ngerti kenapanya, tapi kata tips seperti itu).
-          Angkat. Dinginkan.


Sedikit catatan. Ketika matang dan ditusuk bagian dalam memang masih agak lembek, namun setelah dingin gesturenya jadi memadat dan benar-benar mirip brownies. Lebih enak dinikmati setelah dingin (kata saya)
Selamat mencoba~

***
Hal yang paling menyenangkan adalah saat gugup mau buka penutup pancinya. Bantat ga yaa, jadi ga yaa… ahh full sensasi...^/\^

Kalau ditanya rasa, kata mbak Ja sih enak. Hehe… padahal awalnya saya takut banget mau minta temen-temen buat nyicip. Takut ga enak. Tapi yaa…. Seperti itu… :D
Kalau kata saya rasanya yaa jelas luaarrr binasa. \(^o^)/

Thanks to Wiwik yang sudah mau jadi 'korban'... ^^
~Aez~

Read more...
separador
Diberdayakan oleh Blogger.

Salam ^__^

Foto saya
Jogjakarta Hadiningrat, Indonesia
Terkadang tulisan seperti diam, adalah pilihan terbaik disaat hati dan lidah lelah untuk berkata.. Welcome In My Abstract Mind... ^^

Categories

Followers